4 Tips Lebaran Hemat yang Wajib Anda Coba

Posted on May 20, 2019

Lebaran merupakan salah satu periode yang cukup dinantikan setiap tahunnya. Di saat ini biasanya Anda dapat memanfaatkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat, apalagi dengan melakukan mudik di hari raya. Tapi mungkin sebagian dari Anda belum bisa menikmati bulan penuh kebersamaan ini karena memiliki masalah keuangan. Anda yang seharusnya dapat memanfaatkan waktu ini untuk bersenang-senang dengan kerabat, malah menjadi pusing memikirkan pengeluaran bulan Ramadan yang semakin membengkak, dan juga tunggakan utang yang belum dapat Anda lunasi.

Memang pada umumnya, Anda akan menemukan beberapa jenis pengeluaran di bulan Ramadan yang membuat Anda merogoh kocek lebih dalam dibandingkan bulan-bulan lainnya. Tapi jangan sampai hal ini Anda terima begitu saja sehingga menghalangi Anda untuk mengontrol keuangan. Anda masih bisa merayakan Lebaran hemat dengan cara-cara jitu berikut ini:

Siasati THR dan Angpao Lebaran

Anda mungkin sudah mengenal angpao lebaran sebagai sebuah tradisi. Anda bisa menyiasatinya dengan mengurangi nominal uang yang Anda bagikan untuk menghemat pengeluaran Anda. Perlu diingat bahwa kunci utama dari merayakan lebaran adalah untuk bersilaturahmi dan menghabiskan waktu bersama keluarga.  Jangan biarkan beban anggaran untuk membagikan THR pada keluarga menjadi penghalang bagi Anda untuk menikmati hari raya. Anda juga bisa memberikan pemahaman kepada anak Anda mengenai nilai dari silaturahmi di hari raya Idul Fitri, sehingga mereka tidak akan mengeluhkan soal nominal dari THR yang Anda berikan.

Selain itu, Anda juga perlu menyiasati dan mengatur THR yang Anda terima dari kantor dengan baik. Buatlah sebuah daftar pengeluaran Anda dengan urutan prioritasnya. Cobalah untuk mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang Anda rasa kurang penting. Anda juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mulai melunasi utang-utang anda yang tertunggak.

Baju Lama Tidak Masalah

Lebaran hemat tidak perlu membeli baju baru.jpegSalah satu tradisi lain dalam merayakan Lebaran yaitu membeli baju baru. Walau tradisi ini memang cukup dinantikan, tetapi nyatanya hal ini tidak harus dilakukan apalagi apabila membeli baju baru dapat membebani Anda secara finansial. Tidak ada salahnya Anda dan keluarga memakai baju yang sudah ada di lemari. Siapa tahu ada baju yang masih belum pernah Anda pakai sama sekali. Perlu diingat juga bahwa ini tidak hanya berlaku untuk baju baru saja. Seringkali pembagian THR di akhir bulan Ramadan dapat mendorong Anda untuk membeli barang-barang baru yang mungkin sebenarnya tidak terlalu Anda butuhkan saat itu. Cobalah pikirkan berulang kali sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Dengan mengurangi belanja, Anda bisa memanfaatkan uang THR untuk keperluan lain yang lebih primer dan merayakan lebaran hemat. 

Pertimbangkan Kembali Rencana Mudik Anda

Kegiatan mudik di hari raya menjadi salah satu jenis pengeluaran yang paling besar. Tidak hanya biaya untuk perjalanan, kita juga kerap menghabiskan banyak uang untuk buah tangan dan bingkisan. Walau sebagian besar teman kerja Anda pulang ke kampung halaman mereka masing-masing, tidak berarti Anda juga harus pergi. Bila Anda perhatikan, biaya perjalanan di hari raya meningkat drastis pada moda transportasi apapun. Selain itu banyak waktu dan tenaga Anda akan terkuras di perjalanan karena padatnya arus mudik. Mungkin Anda bisa mencoba untuk mengambil cuti di hari lain setelah hari raya untuk menghemat biaya perjalanan Anda. Anda bisa tetap bersilaturahmi dengan sanak saudara dan menghemat biaya mudik Anda.

Apabila Anda memang ingin sekali pergi mudik di hari raya, pastikan Anda memesan tiket di jauh-jauh hari untuk mendapat harga yang lebih murah. Selain itu pastikan Anda merencanakan perjalanan dan biaya yang akan Anda gunakan di masing-masing moda transportasi yang tersedia. Dengan membandingkannya, Anda dapat memilih moda transportasi yang ramah dengan kantong. Selain itu, Anda juga bisa mencoba mencari jam berangkat yang jarang diminati oleh orang-orang, seperti yang jam berangkatnya itu di malam hari. Dengan cara ini, Anda dapat tetap melakukan mudik dengan lebih murah.

Rayakan Lebaran Hemat dan Meriah

Biasanya di hari lebaran, setiap rumah tetangga dan keluarga masing-masing memasak makanan khas lebaran masing-masing. Belanja bahan-bahan makanan untuk lebaran juga merupakan salah satu pengeluaran yang cukup besar. Namun, bagaimana cara mengatasinya? Mungkin Anda bisa mencoba merayakan lebaran dengan cara potluck bersama dengan para penghuni pemukiman sekitar dan sanak saudara. Dengan sistem potluck, Anda perlu bekerja sama untuk membagi tugas dalam membawa bahan-bahan makanan yang berbeda untuk akhirnya akan dimakan bersama. Kedengaran seru bukan?

Hari raya merupakan hari kemenangan yang seharusnya dapat Anda nikmati tanpa beban pikiran. Jangan sampai beban dan masalah keuangan menghalangi Anda untuk menghabiskan Lebaran secara menyenangkan bersama keluarga. Dengan melakukan cara-cara di atas, Anda mungkin dapat menyisihkan sebagian uang untuk ditabung, disumbangkan, atau untuk membayar cicilan utang yang belum Anda lunasi. Gunakan kesempatan ini untuk mulai menstabilkan kondisi keuangan Anda.

 

Tentang amalan

amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Terbaru