5 Faktor untuk Membuat Pernikahan Impian tanpa Bayang-bayang Utang

Finley Susanto

Beberapa waktu terakhir tren merayakan pernikahan dengan acara yang mewah mulai populer terutama di kalangan para pengguna Instagram. Bisa dibilang bahwa saat ini acara pernikahan malah sudah seperti ajang untuk saling berlomba. Beberapa di antaranya malah membuat acara ini sebagai tempat untuk memamerkan hasil pencapaian dan menunjukkan status sosial. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan acara tersebut, hanya saja beberapa di antara acara tersebut malah menjerumuskan para pasangan pengantin ke dalam lubang utang. Tingginya biaya pernikahan bisa berujung pada tingginya timbunan utang, banyak pasangan yang mengajukan KTA untuk mengadakan acara pernikahan besar-besaran. Ironisnya, banyak pasangan yang justru kebingungan karena terlilit utang saat acara pernikahan usai. 

Untuk menyiasati hal ini, amalan ingin membagikan 5 faktor untuk membuat pernikahan impian tanpa bayang-bayang utang. Simak selengkapnya pada poin di bawah ini:

1. Ingat Tujuan Awal Menikah

Pernikahan impian tanpa dibayang-bayangi oleh utangSetiap pasangan memiliki pandangan yang berbeda tentang hal ini, namun secara garis besar sebenarnya pernikahan merupakan menyatukan dua komitmen antara dua orang yang menjadi satu. Selain itu, pernikahan juga berfungsi untuk menyatukan dua keluarga dan saling menerima kebiasaan dari masing-masing pihak. Penyatuan komitmen inilah yang sebenarnya harus dipentingkan, implementasinya tidak melulu dalam sebuah acara yang megah, sederhana pun bisa asalkan sakral dan kedua pihak merasa bahagia dan tidak tertekanan pada hari pernikahan. Maka dari itu, jangan jadikan acara pernikahan sebagai momen untuk saling memamerkan harta atau menunjukkan status sosial, namun jadikan acara ini sebagai momen spesial bagi pasangan pengantin. 

2. Sewa Gaun Pengantin

Beberapa calon pengantin memiliki gaun impian yang ingin digunakan saat hari pernikahan. Sewa gaun pengantin untuk mengurangi biaya pernikahanPilihan yang ada bisa berupa membeli gaun yang sudah jadi, dan beberapa lainnya menggunakan jasa desainer untuk merancangkan gaun impiannya. Tentu saja keduanya menelan biaya yang pastinya tinggi, tidak sedikit gaun pengantin menyentuh angkah puluhan hingga ratusan juta rupiah. Untuk menyiasati hal ini, biasanya calon pengantin memilih untuk menyewa gaun pengantin agar harganya lebih rendah. Jika calon pengantin memang benar-benar ingin membuat gaun pernikahan, lakukan riset jenis desainer mana yang selera desain dan biaya jasanya sesuai dengan kantong. Setelah acara pernikahan selesai, sewakan gaun tersebut agar Anda dapat kembali mendulang penghasilan tambahan untuk menutupi biaya pembuatan yang cukup mahal. 

Pilihan lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan meminjam atau membeli gaun pernikahan yang pernah dipakai oleh teman. 99% gaun pernikahan hanya dipakai satu kali, jadi daripada memenuhi lemari dan membuat gaun jadi berdebu lebih baik menjual gaun tersebut untuk Anda pakai pada hari H. (Baca Juga: Cara Melunasi Hutang dengan Menyortir Barang Bekas)

3. Tidak Perlu Mengundang Semua Kenalan

Adat orang Indonesia saat mengadakan acara pernikahan biasanya mengundang semua orang yang dikenal, baik dekat maupun tidak. Beberapa di antaranya bahkan mengundang kenalan orang tua yang juga tidak terlalu dekat, semua semata-mata agar pesta terkesan mewah dan dihadiri banyak undangan. Padahal semakin banyak orang yang diundang maka semakin besar gedung, semakin banyak katering, serta semakin banyak undangan yang dibutuhkan. Semua berujung pada biaya yang semakin melambung. Saran kami, pilihlah tamu yang memang benar-benar dekat dengan Anda dan pasangan. Momen pernikahan akan lebih berkesan jika disaksikan oleh orang-orang terdekat, bukan? 

4. Siasati Undangan Berbentuk Soft Copy

Menyebarkan undangan pernikahan lewat internet untuk menghemat biaya pernikahanWalaupun harga untuk mencetak sebuah undangan hanya berkisar ribuan, namun jika dicetak banyak bisa memakan biaya cukup banyak. Mengingat teknologi yang sudah berkembang, ada baiknya jika membuat undangan dalam bentuk .JPEG atau .JPG lalu kirimkan undangan melalui social messenger misalnya WhatsApp atau LINE atau melalui email. Cara ini akan memangkas biaya pernikahan jauh lebih banyak, lagipula Anda juga tidak perlu menghabiskan biaya pengiriman undangan juga. Jika ingin lebih murah lagi, Anda pun dapat membuat desain undangan pernikahan sendiri secara online. 

Untuk menghemat waktu dalam memilih tamu dan menyebarkan undangan, serta agar Anda tidak perlu terlalu stres saat mengatur pernikahan ada baiknya jika Anda menggunakan situs wedding planner seperti E-Wedding, Zank You, atau The Knot.

5. Fokus ke Salah Satu Faktor Saja 

Mengingat tingginya biaya yang harus dikeluarkan saat mengadakan resepsi pernikahan, cara yang bisa disiasati adalah dengan fokus ke salah satu faktor saja agar biaya yang ditelan tidak terlalu banyak. Misalnya begini, jika pengantin beranggapan bahwa faktor makanan dalam acara pernikahan adalah faktor terpenting maka fokuskan pengeluaran di pos tersebut. Beberapa jenis pasangan beranggapan bahwa jika makanan tidak enak maka bisa menimbulkan kesan yang kurang baik di mata para tamu. Pilihlah katering yang menurut Anda paling sesuai dengan selera Anda, selanjutnya kurangi pengeluaran di pos lainnya. Jadi Anda tidak perlu lagi mengundang banyak tamu, mencetak undangan, atau menggunakan gaun serta dekorasi yang mahal. Cara ini bisa lebih efektif bagi Anda agar lebih bisa menghemat biaya pernikahan. 

Memulai Bahtera Pernikahan dengan Utang?

Saking banyaknya faktor yang harus dibiayai, tidak sedikit orang yang mengajukan pinjaman (biasanya berupa KTA atau pembayaran dengan kartu kredit) ke pihak bank. Sebagian orang lainnya justru juga menggunakan jasa pinjaman onlinesebab saat ini sudah tersedia pinjaman online yang khusus diperuntukkan untuk para pasangan yang ingin membiayai biaya pernikahannya. Sebenarnya menggunakan KTA memang tidak ada salahnya asalkan pasangan sudah memperhitungkan dan mampu melunasi utang tersebut. 

Namun bagaimana jika pasangan sudah tahu dari awal bahwa mereka tidak mampu melunasi utang tersebut? Tentu saja Anda tidak mau memulai pernikahan dengan utang yang berdiri di depan mata. Sebuah pernikahan yang dimulai dengan utang secara perlahan akan memberikan tekanan dan bisa menjadi bom waktu dalam sebuah hubungan. Berdasarkan artikel yang dilansir dari Sindo News, pengamat sosial budaya Universitas Indonesia, Devie Rachmawati mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab terjadinya perceraian adalah faktor ekonomi. Sebagai bagian dari ekonomi, tentu saja masalah utang yang melambung bisa menjadi faktor penyebab perceraian, karena pasangan yang tertekan untuk melunasi utang yang tersisa pasca acara pernikahan. 

Untuk memangkas biaya pernikahan, Anda dapat menggunakan situs-situs gratis yang dapat membantu Anda menjadi wedding planner di pernikahan Anda sendiri. Anda dapat mendesain undangan secara online dengan berbagai template yang tersedia. Selain itu, Anda juga bisa mengatur daftar tamu undangan serta memasukkan berbagai informasi tentang acara pernikahan Anda; misalnya: jadwal dan lokasi, gift list yang bisa menjadi referensi bagi para tamu agar mereka memberikan hadiah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda juga dapat memanfaatkan situs ini untuk mengunggah foto-foto pra-pernikahan. Beberapa situs yang dapat Anda manfaatkan, misalnya E-Wedding, Zank You, atau The Knot. 

Jadi bagaimana, resepsi pernikahan tidak selalu identik dengan kata mahal, bukan? 

 

amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Daftar Sekarang