DAFTAR

5 Cara Membedakan Penipuan Money Game dan MLM

Sekarang ini banyak bisnis instan yang menggoda untuk menghasilkan pundi – pundi rupiah dengan mudah. Sebut saja money game yang hadir dengan daya pikat menggiurkan. Money game adalah kegiatan pengumpulan uang atau kegiatan menggandakan uang yang pada praktiknya pemberian bonus atau komisi diambil dari penambahan atau perekrutan anggota dan bukan dari penjualan produk. Jika ada penjualan produk, hal tersebut hanya bentuk kamuflase dari money game. Daya pikat money game tinggi karena Anda tidak perlu mengeluarkan usaha banyak untuk untung besar dalam waktu singkat. Singkatnya, bisnis money game ini menjanjikan untung besar namun menjadikan beberapa kelompok melakukan penipuan berkedok investasi.

Money game menjadi bisnis yang makin sulit dibedakan apakah hal ini penipuan atau tidak. Jika penipuan berkedok MLM (multi level marketing) dengan cara arisan berantai, koperasi, dan juga penggunaan internet. Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan internet di Indonesia mendukung penipuan berkedok money game juga semakin berkembang. Untuk menghindari penipuan money game, Anda harus bersikap kritis dan berhati – hati dengan semua tawaran bisnis atau investasi yang dirasa tidak masuk akal. Agar dapat membedakannya dengan MLM, Anda harus dengan teliti mengecek cara kerja money game. Berikut adalah ciri-ciri money game jika dibedakan dengan MLM:

Uang Pendaftaran yang Besar

salah satu ciri money game adalah uang pendaftaran yang besar.jpgBiasanya Anda akan diminta untuk membayarkan sejumlah uang yang jumlahnya cukup besar untuk bergabung, sedangkan biaya pendaftaran bisnis MLM biasanya kecil. Jika memang biaya pendaftaran tersebut besar, cobalah lihat kira-kira apa saja yang bisa Anda dapatkan. Beberapa MLM akan memberikan Anda produk contoh untuk digunakan dalam menjual barang, sehingga cukup masuk akal jika biaya pendaftaran tersebut lebih mahal. 

Lebih Fokus dalam Investasi Dana bukan Menjual Barang

Seringkali dalam bisnis money game, Anda hanya perlu menginvestasikan sejumlah dana dengan iming-iming return yang cukup besar, asalkan Anda mampu merekrut orang-orang baru (downline). Walaupun begitu, ada kalanya juga Anda bisa 'menjual' produk, namun produk yang dijual di money game biasanya produk yang sulit untuk dijual dan tidak bermutu, berbeda dengan produk yang dijual bisnis MLM yang kualitasnya terjamin dan memiliki izin BPOM ataupun sertifikat luar negeri seperti Oriflame dari Swedia, Amway dari Amerika Serikat, dll. 

Tidak tergabung dalam Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) dan juga World Federation of Direct Selling Associations (WFDSA)

Jika memang bisnis yang ditawarkan kepada Anda memang betul-betul bisnis MLM, maka seharusnya bisnis tersebut memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) dan izin edar produk dari BPOM, Depkes dan sebagainya. Sebelum bergabung dengan bisnis apapun, ada baiknya Anda mengecek dulu kredibilitas bisnis tersebut melalui daftar resmi yang dikeluarkan oleh asosiasi yang memang bersifat resmi. Jika memang bisnis tersebut memang benar-benar MLM terpercaya dan bukan sekedar skema money game, biasanya Anda bisa mencari tahu latar belakangnya melalui situs tersebut. 

Lebih Fokus dalam Perekrutan Member

Bayaran yang diterima berasal karena perekrutan orang bukan dari penjualan barang, dan lebih menekankan kepada perekrutan member. Berbeda dengan MLM yang bayaran dan bonus yang diterima sesuai dengan kerja keras yang dilakukan anggotanya dalam menjual produk-produk. Jadi, semakin banyak downline, maka barulah semakin tinggi juga keuntungan yang bisa Anda dapatkan. 

cara membedakan bisnis money game dan mlm.jpeg

Bisnis money game hanya menguntungkan orang yang bergabung pertama kali dan orang yang bergabung belakangan biasanya bisa merugi. Hal ini bisa saja disebabkan karena perusahaan yang bangkrut ataupun pengurus yang kabur. Hal ini berbeda dengan bisnis MLM yang akan tetap menguntungkan anggotanya meskipun bergabung belakangan karena semua keuntungan dan bonus yang diperoleh berasal dari kerja keras individu dalam memasarkan produknya. Dalam praktiknya, biasanya pendiri bisnis money game tidak akan mengakui bisnisnya adalah money game dan akan menyebutnya sebagai bisnis MLM karena MLM akan lebih menarik banyak nasabah.

Tidak Melalui Pelatihan 

Di money game, Anda tidak melalui pelatihan melainkan hanya diberi motivasi untuk menjadi member yang loyal. Lain halnya dengan bisnis MLM, tentu saja akan ada beberapa seminar motivasi supaya Anda lebih bersemangat dalam berjualan. Namun di samping itu, Anda juga akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan keahlian Anda dalam memasarkan produk.

Di Indonesia sudah banyak kasus penipuan yang mengatasnamakan money game berkedok MLM. Salah satu contoh kasusnya adalah investasi fiktif yang aktivitasnya ilegal karena tidak memiliki izin atas badan usahanya. Investor dijanjikan akan mendapat keuntungan 10 persen tiap bulan namun dalam praktiknya uang dari investor tersebut kembali dipinjamkan ke para pedagang Usaha Kecil Menengah (UKM) di pasar – pasar Jabodetabek. Kredit yang dilakukan ke pedagang tersebut mengalami kemacetan yang mengakibatkan investasi fiktif tersebut tidak dapat memberikan keuntungan seperti yang dijanjikan.

Agar tidak tertipu bisnis yang ditawarkan kepada Anda, ada baiknya Anda mengeceknya terlebih dahulu apakah bisnis tersebut benar MLM atau money game. Sebelum Anda bergabung menjadi salah satu anggota, Anda dapat mengenali bisnis yang akan Anda ikuti di situs Asosiasi Penjual Langsung Indonesia. Di situs tersebut disebutkan penjual legal yang terdaftar, legal, dan bukan merupakan bisnis money game. Cek kembali alamat kantor tempat bisnis itu dijalankan karena biasanya bisnis penipuan tidak memiliki alamat yang jelas. Jangan pula mudah tertipu oleh bisnis menggiurkan apalagi jika ditawarkan di internet seperti arisan online di Facebook. Selalu waspada dan lapor jika Anda menemukan sesuatu hal yang janggal dalam bisnis yang Anda jalani.

Sumber: Warta Ekonomi

Terbaru