DAFTAR

Cara Mengatur Keuangan Untuk Siap Hadapi New Normal

Kemampuan untuk beradaptasi menjadi kunci kesuksesan di era New Normal. Tidak hanya beradaptasi dari sisi kesehatan dan kebersihan saja, Anda juga dapat melakukan adaptasi dalam mengatur keuangan. Berikut ini adalah cara mengatur keuangan agar Anda siap menghadapi New Normal:

1. Kenali Kondisi Keuangan Saat Ini dengan Baik

Sebelum memulai cara mengatur keuangan, penting untuk mengetahui kondisi keuangan Anda saat ini. Apakah keuangan Anda dalam keadaan aman atau cenderung terancam. Jika dalam keadaan terancam, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar keuangan Anda kembali normal, seperti, mengurangi pengeluaran atau menjual sebagian dari aset. Mengenal kondisi keuangan Anda saat ini sangatlah penting, agar Anda dapat membuat perkiraan mengenai keuangan Anda dan apa yang harus dilakukan kedepannya.

2. Catat Pengeluaran dan Pemasukan

Hal yang sering disepelekan dalam usaha mengatur keuangan adalah mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran yang terjadi. Padahal, dengan mencatat setiap kegiatan keuangan yang Anda lakukan, dapat membantu Anda memperkirakan kondisi keuangan di masa yang akan datang. Selain itu, dengan adanya catatan yang jelas, Anda juga akan mampu membuat penilaian di akhir periode atau akhir bulan. Dengan begitu, Anda akan mampu melihat secara objektif dan akurat seberapa banyak uang yang Anda habiskan untuk hal yang tidak terlalu menjadi prioritas.

3. Urutkan Pengeluaran Berdasarkan Prioritas

Apakah Anda sudah berbelanja secara pintar dan tepat? Pertanyaan ini dapat dijawab setelah Anda dapat mengurutkan prioritas Anda. Setelah mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran, mengurutkan pengeluaran berdasarkan prioritas juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Mengurutkan pengeluaran berdasarkan prioritas memberikan gambaran mengenai pola belanja Anda. Anda juga dapat memilah mana saja yang merupakan kebutuhan Anda dan pengeluaran apa saja yang dapat ditunda atau bahkan tidak perlu dilakukan sama sekali.

4. Rencanakan Keuangan Anda

Merencanakan keuangan dapat memberikan rasa aman dan juga gambaran mengenai arus pengeluaran yang akan Anda hadapi di periode atau bulan selanjutnya. Keuntungan lainnya adalah Anda dapat mengalokasikan anggaran ke hal yang tepat dan lebih produktif.

5. Potong Pengeluaran pada Hal yang Tidak Penting

Setelah melakukan perencanaan, eksekusi rencana Anda. Potong pengeluaran Anda untuk hal-hal yang sifatnya bukan kebutuhan darurat atau bukan sesuatu yang penting. Pengeluaran untuk barang-barang yang hanya memenuhi keinginan sejenak saja juga perlu ditinggalkan untuk menghemat uang.

6. Selalu Sedia Dana Darurat

Menyiapkan dana darurat memang terkadang sulit. Akan tetapi, dengan adanya dana darurat yang mencukupi, permasalahan keuangan di masa depan akan lebih ringan bebannya. Dana darurat saat New Normal ini bertambah penting, karena dapat Anda gunakan dalam kondisi sangat mendesak seperti untuk membayar tagihan rumah sakit yang tidak tercover sepenuhnya oleh asuransi atau ketika pemasukan Anda tiba-tiba berkurang.

7. Usahakan untuk Berhemat

Hemat Pangkal Kaya merupakan jawaban dalam menghadapi era New Normal saat ini. Gaya hidup saat pandemi COVID-19 haruslah berbeda dengan gaya hidup sebelum pandemi. Sebelum pandemi, Anda lebih leluasa berbelanja karena kondisi finansial yang stabil. Namun, pada saat pandemi, setiap pengeluaran harus benar-benar dinilai terlebih dahulu penting atau tidaknya. Ingat, dengan berhemat Anda dapat menyisihkan lebih banyak uang untuk dana darurat.

8. Diskusi dengan Orang yang Tepat Jika Memiliki Masalah Keuangan

Tidak semua orang memiliki kondisi keuangan yang aman dan mulus saat pandemi, ada beberapa orang yang mengalami masalah keuangan entah karena pendapat berkurang atau karena utang. Jika Anda mengalami masalah tersebut, diskusikan terlebih dahulu dengan orang terdekat dan minta bantuan dari mereka. Selanjutnya, Anda juga dapat meminta bantuan dari profesional yang berpengalaman seperti konsultan keuangan atau perusahaan manajemen utang seperti amalan international Indonesia yang telah membantu mengelola lebih dari Rp 35 miliar utang tertunggak dan tercatat secara resmi oleh OJK.

Terbaru