Haruskah Anak Saya Tahu Bahwa Saya Sedang Terlilit Utang?

Membina keluarga bukan hal yang mudah, begitupun mendidik dan membesarkan anak. Ada banyak hal yang perlu dididik agar anak tumbuh memiliki sifat dan kepribadian yang baik dan dewasa. Sebagai orang tua, mungkin terasa sulit untuk memilah kira-kira jenis masalah mana yang perlu dikomunikasikan ke anak, dan mana yang tidak. Salah satu masalah yang masih diragukan adalah haruskah anak tahu kita terlilit utang, perlu atau tidaknya mengkomunikasikan saat orang tua sedang terjerat utang atau terlilit utang bank. Apalagi salah satu dampak buruk yang mungkin terjadi adalah saat anak mulai menyalahkan dirinya sendiri atas kondisi yang sedang terjadi. Maka dari itu, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk memberi tahu anak tentang kondisi keuangan yang sedang dihadapi. 

USIA & KEDEWASAAN ANAK

Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor usia tentu saja sangat berpengaruh untuk melihat kesiapan anak. Menurut Clark Howard, penulis dari Clark Smart Parents, Clark Smart Kids, yang dilansir dari The Simple Dollar, tidak baik jika memberitahukan masalah utang Anda pada anak yang berusia < 12 tahun. Hal ini bisa meningkatkan rasa tidak aman pada kepribadian anak Apakah harus memberitahu anak bahwa Anda sedang terlilit utang?tersebut. Maka dari itu, jika Anda siap untuk mengkomunikasikan masalah utang, akan lebih baik dilakukan dengan anak di usia remaja dan dewasa muda saja. 

Bagaimanapun juga sebesar apapun usia anak Anda saat ini, tidak baik rasanya jika anak tersebut masih belum memiliki kedewasaan secara kepribadian. Hanya Anda yang mengetahui kondisi anak, maka dari itu selalu pertimbangkan apakah langkah untuk mengkomunikasikan masalah utang bisa menjadi pilihan yang baik, dan dampak negatif apa saja yang berpotensi muncul bagi kondisi emosional anak Anda. 

MASALAH PRIBADI ANAK

Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah mengetahui masalah pribadil yang sedang dihadapi anak saat ini. Ketahui apakah anak Anda sedang menghadapi masalah di sekolah atau dengan hubungan pertemanannya. Jika ya, apakah dengan memberi tahu masalah utang yang dihadapi keluarga saat ini malah bisa menambah beban emosionalnya. Selain itu, apakah anak Anda bisa mengerti bahwa dengan kondisi keuangan saat ini, maka ia tidak dapat lagi berbelanja dan hidup enak seperti sebelumnya. 

Membicarakan masalah keuangan dengan anakSaat Anda yakni anak sudah memiliki kesiapan secara umur dan kondisi emosional maka langkah selanjutnya adalah dengan mengkomunikasikan masalah utang yang sedang dihadapi kepada mereka. Mengkomunikasikan utang memang bukan kepada anak memang bukan sebuah perkara mudah, maka dari itu simak langkah-langkah berikut sebelum melakukannya. 

BUAT ANAK TETAP MERASA TENANG

Komunikasikan masalah utang yang sedang dihadapi melalui diskusi keluarga dengan tenang. Buat anaka tetap merasa aman, walaupun kondisi keuangan saat ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Tentu saja, buat mereka tetap merasa nyaman, yakinkan bahwa segalanya akan baik-baik saja dan mereka tidak perlu takut akan apapun. Sampaikan masalah keuangan secara transparan dengan bahasa yang mereka mengerti (sesuai usia), yang penting mereka dapat menangkap inti dari masalah finansial keluarga yang sedang dilalui saat ini. 

TARIK HIKMAH YANG BISA DIAMBIL

Setiap masalah yang dihadapi tentu saja tidak lepas dari pelajaran yang bisa dipetik. Sama halnnya dengan masalah utang, tentu Anda bisa mendapatkan pelajaran besar dari masalah ini, bukan? Komunikasikan hal tersebut kepada anak Anda, ajak mereka untuk turut aktif mengetahui hikmah yang bisa diambil. Pelajaran yang bisa Anda ajarkan misalnya mengenai betapa pentingnya cermat dalam mengelola keuangan, bagaimana pentingnya kecerdasan dalam mengelola pengeluaran, pentingnya menabung, dan tentu saja bagaimana kartu kredit bisa berperan sebagai pedang bermata dua. (Baca juga: Ini Dia Cara Mengevaluasi Pengeluaran Bulanan Anda)

KEADAAN AKAN BERUBAH

Jelaskan pada anak Anda bahwa keadaan akan berubah, bahwa saat ini keluarga Anda sedang diwajibkan untuk menghemat pengeluaran sehingga tidak bisa berfoya-foya. Sebagai penggantinya, Anda dapat mengajak anak untuk melakukan aktivitas lain yang menyenangkan namun dengan harga yang lebih murah, atau berkunjung ke tempat-tempat wisata yang gratis. Lakukan hal yang kreatif bersama anak, agar mereka tetap merasa bahwa walaupun kondisi keuangan berubah, bukan berarti mereka tidak bisa menikmati hidup yang menyenangkan juga.  

Masalah finansial memang hal yang sensitif dan sulit untuk dikomunikasikan, sebenarnya memang tidak ada cara yang betul atau salah dalam mengkomunikasikannya kepada anak. Hal yang paling penting adalah dengan menyikapinya dengan bijak, serta mengerti kondisi anak saat ini. Bagaimanapaun juga dampak positif yang bisa ditarik tentu saja adanya diskusi antara orang tua dan anak, serta anak menjadi memiliki cara pikir yang lebih dewasa supaya saat mereka dewasa mereka lebih bijak dalam menyikapi pengelolaan keuangan agar tidak tertimbun dalam masalah serupa. 

Reference:

 

Terbaru