Kenali 3 Tanda yang Menunjukkan Anda Wajib Ikut KPR Refinancing

Posted on November 16, 2018

Beberapa waktu lalu, amalan pernah membagikan informasi mengenai produk terbaru kami, yakni KPR Refinancing. Tentu saja program satu ini dapat membantu Anda yang memiliki masalah KPR yang perlu diselesaikan secara tepat waktu, namun dengan cicilan yang lebih meringankan. Namun, setelah mengetahui tentang apa itu KPR Refinancing, tentunya Anda juga harus tahu dengan jelas bagaimana cara menentukan waktu yang tepat untuk mengikuti program KPR Refinancing. Singkatnya, "kapan saya harus mulai harus melakukan KPR Refinancing?" Untuk informasi lebih lengkapnya, mari kita simak pada poin-poin di bawah.

Sebelum berbicara lebih lanjut mengenai kapan harus ikut KPR Refinancing, ada baiknya jika kita mengulang sedikit mengenai apa itu KPR Refinancing.

 

Apa Itu KPR Refinancing?

Apa itu KPR Refinancing - 3 Tanda Ikut KPR Refinancing (1)Refinancing adalah langkah menggunakan pinjaman baru untuk melunasi utang yang lama, hanya saja pinjaman yang baru ini memiliki ketentuan yang lebih meringankan dibanding utang yang lama, misalnya bunga yang lebih rendah. Biasanya dengan melakukan refinancing, bunga bisa lebih rendah dan cicilan per bulan bisa lebih rendah. Terlebih dari itu, Anda juga bisa mendapatkan uang tunai  pada jenis-jenis tertentu.

Khusus untuk KPR Refinancing, program ini memang dikhususkan untuk Anda yang merasa kesulitan menyelesaikan KPR yang sudah berjalan. Dengan program ini, Anda bisa “memindahkan” sisa angsuran KPR di bank lama ke lembaga keuangan/bank yang baru. Artinya, bank yang baru akan langsung melunasi angsuran di bank lama, dan Anda tinggal mencicil sisa angsuran tersebut di tempat baru dengan bunga yang lebih rendah.

Keuntungan KPR Refinancing:

  • Cicilan KPR menjadi lebih rendah
  • Bisa menghemat lebih banyak
  • Bisa mengalokasikan uang berlebih ke pengeluaran lain yang juga prioritas
  • Bisa mendapatkan dana segar yang bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya

3 Tanda Wajib Ikut KPR Refinancing

Cicilan KPR Mulai Terasa Memberatkan

Tanda pertama yang wajib dikenali untuk mulai ikut KPR Refinancing adalah ketika cicilan KPR mulai terasa memberatkan. Bukan rahasia lagi bahwa bunga KPR memang tergolong tinggi yakni sekitar 8-13%, namun jika sedang beruntung dan mendapatkan program promosi memang bisa di kisaran 6%. Namun tetap saja, dengan bunga KPR yang cukup tinggi, tentunya akan semakin memberatkan arus keuangan Anda setiap bulannya. Anggap saja, cicilan KPR Anda saat ini sekitar Rp15.000.000,- dengan bunga 8% saja artinya total pembayaran setiap bulan sekitar Rp16.200.000,- uang tambahan sekitar satu juta Rupiah tersebut tentunya bisa memberikan dampak besar bagi arus keuangan. Jika Anda sendiri mulai merasa cicilan KPR yang dibayarkan setiap bulan terasa berat, maka ada baiknya untuk mempertimbangkan KPR Refinancing. Biasanya bunga KPR Refinancing cenderung lebih bersaing dan membantu meringankan Anda. 

Arus Pengeluaran Bulanan Mulai Menyulitkan untuk Bernafas 

Apa itu KPR Refinancing - 3 Tanda Ikut KPR Refinancing (2)Jika akhir bulan tiba dan momen untuk mengatur pengeluaran bulanan sudah kembali datang, berarti inilah saat untuk melihat lagi apakah cicilan KPR yang masih berlangsung dapat tetap berjalan tanpa mengganggu keuangan. Arus keuangan bisa terasa semakin menyulitkan ketika banyak pengeluaran yang harus dilakukan di saat bersamaan, dalam jangka waktu yang panjang. Misalnya, tiba-tiba ada anggota keluarga yang membutuhkan dana besar untuk biaya kesehatan, bisnis yang dibangun mendadak dilanda masalah besar dan membutuhkan biaya besar, maupun kejadian lainnya. Kondisi seperti ini tentunya akan membuat arus pengeluaran bulanan Anda semakin sulit untuk bernafas. Belum lagi, kewajiban untuk membayar cicilan KPR yang biasanya memiliki nominal besar, juga harus dibayarkan secara teratur. Jika Anda merasa bahwa cicilan KPR akan lebih memudahkan jika mendapatkan keringanan dan dalam nominal yang lebih rendah, artinya ini adalah saat yang tepat untuk ikut KPR Refinancing!

Harga Kebutuhan Semakin Meningkat

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa harga kebutuhan semakin meningkat dari waktu ke waktu. Jika kebutuhan pokok sendiri sudah semakin memberatkan dan membuat anggaran bulanan menjadi semakin berat, tentunya Anda juga harus pintar-pintar mencari jalan keluar untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan mencari produk pengganti dengan harga yang lebih murah atau memanfaatkan promosi yang sedang berlangsung. Cara lainnya adalah dengan mencari celah di jenis pengeluaran lainnya. Salah satu yang bisa Anda coba adalah dengan melakukan refinancing untuk mendapatkan bunga KPR Refinancing dan cicilan yang jauh lebih meringankan. 

KPR Refinancing amalan

Ternyata KPR Refinancing bisa menjadi jalan keluar untuk mengatasi tiga tanda yang memberatkan pengeluaran bulanan Anda. Untungnya, kini amalan juga sudah memiliki program KPR Refinancing yang bisa meringankan Anda. Lalu bagaimana cara mengikuti KPR Refinancing amalan serta apa saja jenis serta ketentuannya? Simak selengkapnya di sini.

Syarat KPR Refinancing amalan

  1. Tidak pernah menunggak di jenis pinjaman apapun.
  2. Memiliki KPR yang sudah berjalan selama 12 (dua belas) kali pembayaran atau satu tahun.

Misalnya, Anda memiliki KPR yang sudah berjalan lancar selama sepuluh bulan, namun mulai merasa berat untuk membayar. Apakah bisa?

Tentu saja belum bisa, namun Anda dapat menggunakan waktu ini untuk mulai mempertimbangkan program KPR Refinancing, agar nantinya di bulan ke-tigabelas Anda bisa langsung mengikuti program KPR Refinancing.

Jenis KPR Refinancing amalan

Kini amalan bekerja sama dengan CIMB Niaga untuk melakukan KPR Refinancing. Langkah tersebut dirasa cukup tepat mengingat kapabilitas CIMB Niaga di bidang perbankan. Bersama dengan CIMB Niaga, amalan meluncurkan dua jenis program KPR Refinancing untuk membantu Anda yang memiliki masalah KPR yang mulai memberatkan:

  • Take Over

    Dengan menggunakan program ini KPR Anda yang sudah berjalan saat ini akan di-take over ke pihak bank rekanan amalan, CIMB Niaga. Nantinya pihak bank rekanan akan melunasi sisa utang ke bank yang memberikan Anda KPR. Selanjutnya, Anda tinggal membayarkan cicilan yang berjalan ke bank rekanan amalan dengan cicilan yang lebih meringankan dan bunga KPR Refinancing yang tentunya jauh lebih rendah dan bersaing!

    Simulasi:

    Budi memiliki KPR sebesar Rp500.000.000,- ke Bank XYZ dengan tenor 5 (lima) tahun. Cicilan tersebut sudah dibayarkan secara lancar selama 2 (dua) tahun dengan nominal Rp200.000.000,- Namun, memasuki tahun ketiga Budi mulai merasa berat untuk membayar. Dengan mengikuti program dari amalan, Budi berencana untuk melakukan KPR Refinancing seluruh sisa KPR yang masih berjalan, yaitu Rp300.000.000,-  


    Akhirnya, Budi mengikuti program KPR Refinancing amalan. Nantinya, pihak CIMB Niaga akan melunasi sisa utang tersebut ke Bank XYZ. Selanjutnya, Budi cukup mencicil sisa utang sebesar Rp300.000.000,- ke CIMB Niaga dengan cicilan dan bunga yang lebih rendah. 
  • Take Over Top Up

Anda bisa melakukan take over atas KPR yang sudah berjalan, lalu menambahkan nominal pinjaman lagi. Artinya, Anda bisa mendapatkan dana segar yang bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan lainnya, misalnya membayar biaya penalti. Besarnya nominal pinjaman yang bisa didapatkan biasanya akan disesuaikan melalui tahap penilaian dari CIMB Niaga.

Simulasi: 
Budi memiliki KPR sebesar Rp500.000.000,- ke Bank XYZ dengan tenor 5 (lima) tahun. Cicilan tersebut sudah dibayarkan secara lancar selama 2 (dua) tahun dengan nominal Rp200.000.000,- Namun, memasuki tahun ketiga Budi mulai merasa berat untuk membayar. Dengan mengikuti program dari amalan, Budi berencana untuk melakukan KPR Refinancing seluruh sisa KPR yang masih berjalan, yaitu Rp300.000.000,-

Akhirnya, Budi mengikuti program KPR Refinancing amalan. Namun, setelah melalui proses penghitungan, ternyata Budi dikenakan penalti oleh Bank XYZ akibat melunasi pembayaran KPR lebih cepat, dan harus membayar penalti sebesar Rp20.000.000,-

Sayangnya, saat ini Budi tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar dana tersebut. Maka dari itu, Budi melakukan top up ke CIMB Niaga sebesar Rp100.000.000,-

Artinya, CIMB Niaga akan melunasi seluruh sisa KPR sebesar Rp300.000.000,- ke Bank XYZ, lalu akan memberikan dana segar sebesar Rp80.000.000,- (uang akan otomatis terpotong Rp20.000.000,- karena digunakan untuk membayar penalti ke Bank XYZ). Selebihnya, Budi bertanggungjawab untuk melunasi sisa KPR ke CIMB Niaga.


WhatsApp Kami

Terbaru