Penting: Lakukan Evaluasi Keuangan Pasca Ramadan

Libur lebaran telah usai sejak beberapa waktu yang lalu. Apakah sudah puas berlibur? Pasti banyak di antara Anda yang sudah memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat lainnya selama momen Idul Fitri. Kini, setelah kembali ke tempat domisili untuk kembali mencari sesuap nasi, artinya Anda juga harus melakukan evaluasi  pasca Ramadan terhadap seluruh pengeluaran yang telah dilakukan. Selain itu, Anda juga perlu tahu bagaimana cara untuk kembali menabung supaya bisa mulai mempersiapkan biaya Ramadan tahun depan.

Cek Ulang Pengeluaran di Ramadan Tahun Ini

evaluasi keuangan pasca ramadan_1Coba data ulang lagi, lakukan evaluasi keuangan pasca Ramdan dari urusan transportasi misalnya. Contohnya, hitung berapa biaya yang telah Anda keluarkan untuk berbagai pos selama Ramadan. Misalnya, berapa biaya tiket yang Anda keluaran saat mudik, berapa besar biaya untuk belanja pakaian baru, serta ke mana saja pengeluaran paling banyak dilakukan dalam Ramadan tahun ini. Setelah mendata dengan spesifik, Anda bisa melihat lagi apakah angka tersebut dianggap layak dikeluarkan atau tidak? Mungkinkah angka tersebut ditekan agar Ramadan tahun depan bisa lebih diminimalisir. Intinya, jangan sampai mengulang kesalahan yang sama di Ramadan tahun depan, agar pengeluaran bisa lebih minim.

Untuk Sementara, Tekan Pengeluaran untuk Beberapa Bulan ke Depan

Mengingat persiapan hari raya Idul Fitri selama bulan Ramadan sangat banyak, bukan tidak mungkin pengeluaran menjadi berlebihan. Belum lagi, begitu kembali ke rumah biasanya akan ada banyak biaya tak terduga pasca Ramadan yang harus dikeluarkan, misalnya biaya laundry, ART baru, jasa penitipan anak, dsb. Banyaknya potensi biaya tak terduga yang banyak ini, seharusnya membuat Anda untuk semakin berhemat. Pintar-pintar mengambil solusi untuk mengatasi potensi pengeluaran tak terduga yang ada. Selain itu, tekan juga pengeluaran untuk beberapa bulan ke depan, pangkas pengeluaran yang tidak perlu.

Hal ini juga berlaku untuk Anda yang masih memiliki banyak dana pasca Ramadan. Godaan untuk berbelanja juga masih tinggi meski Idul Fitri telah usai. Masih banyak toko yang memiliki sisa barang diskon dan terus menerus dijual dengan harga yang miring. Jika tidak pintar-pintar menahan diri, yang ada Anda akan berbelanja secara berlebihan setelah Idul Fitri.

Cara terbaik setelah melakukan evaluasi keuangan pasca Ramadan adalah dengan mencoba untuk detoks belanja, apalagi jika berbelanja menggunakan kartu kredit. Promo-promo yang bertebaran tidak tertutup melibatkan kartu kredit di dalamnya. Biasanya masih banyak promo kartu kredit yang bertebaran, apalagi dengan cicilan menggiurkan yang membuat Anda jadi tertarik berbelanja. Untuk itu, simpan kartu kredit di rumah. Jangan dibelanjakan terlebih dahulu jika tidak ingin tenggelam dalam tagihan di bulan-bulan berikutnya.

Kembali Menabung secara Bulanan dan Menyimpan Dana Darurat

evaluasi keuangan pasca ramadan_2Tidak ada gunanya menghemat, jika tidak mulai menabung secara rutin lagi. Langkah ini memang harus dilakukan secara pelan-pelan, namun jika dilakukan dengan rutin maka tidak mungkin keuangan kembali menjadi sehat. Normalnya, Anda harus mulai menyisihkan setidaknya 30% dari gaji yang didapatkan setiap bulan. Namun, jika belum mampu, Anda bisa memulainya dari persentase 10% dari pendapatan per bulan. Jangan sampai tidak menabung sama sekali. Jika memang tidak memungkinkan untuk menabung, carilah pekerjaan sampingan (freelance) agar Anda tetap memiliki tabungan.

Selain itu, jangan lupa sisihkan dana darurat dalam tabungan Anda. Setiap orang seharusnya memiliki dana darurat agar dapat digunakan dalam saat-saat mendesak, misalnya jatuh sakit atau dipecat dari pekerjaan. Dana darurat yang perlu disiapkan biasanya berdasarkan jumlah gaji bulanan anda. Anda bisa mempersiapkan dana darurat sebanyak 3, 6, atau 12 kali dari jumlah gaji bulanan anda. Biasanya bagi yang masih single, cukup 3 kali jumlah gaji. Untuk yang sudah berkeluarga, ada baiknya menyiapkan minimal 6 atau 12 kali dari jumlah gaji Anda.

Mulai Lunasi Utang Belanja Kartu Kredit dan KTA yang Diajukan untuk Merayakan Idul Fitri (Jika Ada)

Langkah penting yang wajib dilakukan setelah melakukan evaluasi keuangan pasca Ramadan adalah dengan melunasi sisa utang yang masih berjalan. Coba ingat lagi berapa banyak transaksi belanja yang menggunakan kartu kredit di Ramadan kemarin. Belum lagi, jika Anda mengajukan pinjaman KTA ke pihak bank untuk membiayai acara perayaan Idul Fitri. Mulai lunasi pinjaman secara teratur, jangan lupa masukkan cicilan bulanan ke dalam anggaran bulanan Anda.

evaluasi keuangan pasca ramadan_3Namun, jika Anda merasa kesulitan untuk melunasinya karena begitu banyak pengeluaran, Anda bisa memanfaakan bantuan dari konsultan yang berpengalaman. Konsultan utang seperti ini biasanya bisa memberikan Anda program dan menyusun strategi sehingga utang yang tersedia bisa dilunasii dengan keringanan.

Belum lagi, jika Anda memiliki beberapa utang tertunggak sekaligus, pihak konsultan dapat membantu Anda dalam menyusun strategi untuk memutuskan jenis utang mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu, sesuai dengan kondisi finansial yang Anda miliki saat ini. Berikut adalah beberapa jenis program keringanan yang bisa Anda manfaatkan:

Potongan / Diskon dalam Satu Kali Bayar

Jenis program keringanan yang satu ini memungkinkan nasabah agar total utangnya berkurang menjadi lebih kecil. Sesuai dengan namanya, walaupun nasabah mendapatkan diskon dalam utangnya (umumnya 20-50%), mereka harus langsung membayar dalam satu kali bayar. Dalam beberapa kasus, program keringanan satu ini dapat memberikan pemilik kartu potongan diskon sampai 70%.

Cicilan yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah

Berbeda dengan program diskon dalam satu kali bayar, program satu ini cocok bagi Anda yang secara finansial lebih minim. Singkatnya, nasabah yang memiliki tunggakan kartu kredit atau tunggakan KTA dapat memperpanjang tenor cicilannya agar menjadi lebih ringan, bunga yang didapat pun lebih rendah daripada bunga yang berlaku pada umumnya. Jika bunga normal yang berjalan saat ini berada di kisaran 2,25%, maka ada kemungkinan untuk mendapatkan bunga sebesar 0-2% saja.

Diskon Cicilan

Lain lagi dengan program yang satu ini, jenis program ini merupakan gabungan dari dua jenis program di atas, yakni nasabah mendapatkan potongan lalu sisa pembayarannya dapat dilakukan dengan cicilan. Bank juga akan melihat kondisi yang dialami nasabah terlebih dahulu. Jika nasabah memiliki kondisi pendukung yang membuatnya semakin sulit untuk melunasi utang, maka kemungkinan besar mereka bisa mendapatkan program ini (dengan catatan bank yang bersangkutan memiliki program tersebut).

Jika Anda ingin mencoba memanfaatkan perusahaan manajemen utang agar bisa mendapatkan program keringanan, maka Anda bisa mencoba layanan yang diberikan oleh amalan.

amalan international merupakan perusahaan jasa profesional berbasis teknologi pertama di Indonesia, yang menyediakan program manajemen utang. Program ini dirancang agar konsumen yang terlilit utang, memiliki kemampuan untuk mengendalikan keuangan mereka kembali. amalan indonesia membantu klien melalui program manajemen utang, yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan yang berbeda bagi setiap klien. Program ini merupakan kombinasi dari edukasi mengenai berbagai peluang untuk meningkatkan pendapatan dan menekan pengeluaran, serta melakukan proses negosiasi terhadap persyaratan utang bank yang ada hingga mencapai jumlah pembayaran yang sesuai dengan kemampuan. Kantor pusat amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 oleh tim pendiri yang memiliki pengalaman kolektif di bidang keuangan termasuk penyelesaian utang selama lebih dari dua dekade. amalan menjadikan Indonesia sebagai pusat operasi sekaligus merupakan cetak biru bagi rencana pengembangan perusahaan ke negara ASEAN lainnya. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Terbaru