Fadhli Faizal

Recent Posts

amalan Mewakili Indonesia untuk Berpartisipasi dalam MaGIC Accelerator Program

Jakarta, 25 Mei 2018   – amalan International terpilih sebagai salah satu dari 30 start-up terbaik dalam program akselerasi dari pemerintah Malaysia, yang dinamakan MaGIC. MaGIC adalah akronim dari Malaysian Global Innovation & Creativity Centre, sebuah inisiatif dari pemerintah Malaysia yang mempunyai misi untuk membangun ekosistem start-up yang berkelanjutan dan diharapkan menjadi katalis untuk inovasi dan kreatifitas yang berdampak jangka panjang pada negara Malaysia. Terpilihnya amalan setelah melalui proses yang kompetitif, dimana lebih dari 1000 perusahaan mendaftar dari 78 negara. amalan terpilih sebagai salah satu social enterprise yang menjadikan inovasi sebagai fondasi untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dalam menjawab sebuah isu sosial yang menjadi fenomena, yaitu, kelebihan utang yang melanda sekitar 3 juta konsumen di Asia Tenggara. 

Sebuah start-up yang didirikan dan berkembang di Indonesia siap melebarkan sayap di pasar ASEAN 
Berpartisipasi dalam MaGIC Accelerator Program merupakan sebuah langkah strategis karena amalan sedang mempersiapkan diri untuk memasuki pasar Malaysia di akhir tahun ini. Melalui jaringan MaGIC, amalan berharap bisa mendapatkan dukungan dari beberapa perusahaan kelas dunia seperti Microsoft, IBM, Amazon yang menawarkan bantuan hingga 500.000 USD.Arne Hartmann, founder dan CEO amalan menilai bahwa memasuki Malaysia adalah sebuah langkah yang tepat untuk melebarkan sayap. Ini disebabkan oleh kedekatan antara Indonesia dan Malaysia, dan tentunya potensi pasar yang dimiliki Malaysia: setelah Indonesia Malaysia adalah pasar kedua terbesar untuk konsumen penyelesaian utang di wilayah ASEAN.Mulai 18 Juni 2018, Yodhi Karismanto, direktur amalan dan Indika Putra, yang berwenang atas business development, akan berada di Kuala Lumpur untuk bergabung dalam program akselerasi dan bersiap untuk meluncurkan layanan amalan di Malaysia. Yodhi dan Indika adalah lulusan MBA dari Universitas Gadjah Mada. 

May 30, 2018